Ciri Dan Bahaya Kista Saat Hamil 2 Bulan .- Salah satu hal yang sering ditemukan kasusnya pada masa kehamilan adalah tumbuhnya kista di rahim ( kista ovarium ), lalu seberapa bahaya kista saat hamil pada cabang bayi yang sedang di kandung ? berikut kami berikan informasinya untuk anda silahka disimak !

Kista Saat Hamil

Ciri Dan Bahaya Kista Saat Hamil

Kista ovarium adalah tumor jinak berupa kantung berisi cairan atau zat agak padat yang tumbuh di indung telur ( ovarium ) yang terletak di sisi kanan dan kiri rahim.

Munculnya kista ovarium pada saat hamil merupakan hal yang sering terjadi, bahkan kemunculannya sering tidak disadari sehingga kista baru ditemukan pada saat ibu hamil melakukan USG guna memeriksakan kehamilan.

Pada sebagian kasus kista bisa hilang dengan sendirinya tanpa melakukan pengobatan.

Menurut dr. Anthony Maleachi dari lama alodokter[dot]com kista ovarium yang tumbuh pada masa kehamilan berpotensi mengganggu proses kehamilan karena bisa mengganggu regulasi hormon reproduksi.

Namun jika ukuran kista masih tergolong kecil maka tidak perlu khawatir karena tidak akan mengganggu atau membahayakan janin.

Dan sebaliknya jika ukuran kista terus membesar dan mengisi ruangan rahim, kista dapat menghambat pertumbuhan janin, dan berakibat kelahiran prematur ataupun menyulitkan penurunan bayi ke dalam panggul saat akan dilahirkan.

Namun kondisi tersebut sangat jarang ditemukan kasusnya.

Gejala Kista Saat Hamil

Kista merupakan salah satu penyakit yang tidak menimbulkan gejala pada awal pertumbuhanya atau jika ukuran kista masih terbilang kecil.

Gejala baru muncul jika ukuran kista sudah besar, dimana gejala yang timbul adal berupa : sakit di abdomen (bagian perut) dan panggul, nyeri pada tulang ekor,  cepat kenyang, rasa kembung, sering buang air kecil, dan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual.

Segera temui dokter jika saat ini anda sedang hamil dan mengalami beberapa keluhan diatas guna mengkonsultasikan hal tersebut.

Penyembuhan Kista Saat Hamil

Ketika dokter mendeteksi adanya pertumbuhan kista pada rahim, maka biasanya terlebih dahulu dokter akan memantau perkembangan kista guna menentukan tindakan yang diperlukan.

Jika ukuran kista ovarium pada ibu hamil kecil dan tak berbahaya, Anda hanya akan diminta rutin periksa ke dokter kandungan dan menjalani tes ultrasound untuk melihat apakah kista sudah makin mengecil atau hilang seluruhnya.

Namun, jika kista ovarium yang pecah atau terpuntir berukuran cukup besar (di atas 8 sentimeter), ibu hamil akan tiba-tiba merasakan sakit yang cukup parah.

Pada beberapa kasus, pecahnya kista ovarium bisa menyebabkan perdarahan dalam yang sering disalahpahami sebagai keguguran.

Pada kenyataannya, janin dalam kandungan tidak akan terganggu saat kista di indung telur Anda pecah atau terpuntir.

Selain menemui dokter ada beberapa hal yang bisa anda lakukan sendiri dirumah untuk mengobati kista yakni dengan cara banyak mengkonsumsi buah dan sayur untuk meningkatkan kapasitas antioksidan tubuh sehingga kesehatan lebih terjaga serta mengkonsumsi obat herbal kista.

Cara tersebut lebih aman dilakukan namun terbukti efektif mampu menghilangkan kista dengan cepat, aman dan nyaman hingga tuntas.

Demikianlah informasi tentang ciri dan bahaya kista saat hamil ini semoga bermanfaat dan bisa menjawab rasa ingin tahu anda, terima kasih banyak sudah menyimak artikel sederhana ini dan salam sehat.

Baca Juga :